cool hit counter

PDM Kabupaten Majalengka - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Majalengka
.: Home > Sejarah

Homepage

Sejarah

POTRET MUHAMMADIYAH

DI KABUPATEN MAJALENGKA

 

 

Berdirinya Muhammadiyah di Kabupaten Majalengka diawali dari adanya Pertemuan rutin di Madrasah Rekesan Sutawangi (Komplek rumah H.A.Rusydi) Blok Rekesan Desa Mekarsari Kecamatan Jatiwangi. Dari sinilah cikal bakal awal pendirian dan pertumbuhan Muhammadiyah di Kabupaten Majalengka. Pertemuan rutin tersebut kemudian berkembang menjadi pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin malam Selasa mulai pukul 20.00 WIB s.d. 23 00 WIB. dengan para mubaligh dari PMD Cirebon yang dipimpin oleh Bapak H. Djamal Dasoeki. Disamping para Mubaligh lokal, pengajian rutin ini  juga terkadang mengundang dari PP Muhammadiyah khususnya Majelis Tabligh yaitu Bapak Junus Anis.

 

Para tokoh pengajian rutin yang terdiri dari H. A Rusydi, K. Khalil, S.S. Effendi. H. Abdul Hamid, dan H. Gazali itu pada perkembangan selanjutnya merintis pendirian SMP Muhammadiyah. Tempat belajarnya pertama kali menempati Madrasah Rekesan Sutawangi dengan Kepala Sekolahnya yang pertama adalah Bapak A. Muttaqin.

 

Setelah beberapa kali berkonsultasi ke PMD Cirebon tentang syarat pendirian Muhammadiyah yang pada awalnya ingin mendirikan ranting, namun karena mendapat respon yang  sangat positif dari masyarakat bahkan pada saat pendirian itu tercatat ada 60 orang yang mendaftarkan diri sebagai anggota Muhammadiyah. Maka atas saran PMD Cirebon dibentuklah Cabang Muhammadiyah Jatiwangi dengan Ketua H.A. Rusydi dan Sekretaris Ambari.

 

Pada tahap perkembangan selanjutnya Cabang Muhammadiyah Jatiwangi aktif membina berbagai pengajian di Kecamatan Majalengka dan Kadipaten. Selain itu, Cabang Muhammadiyah Jatiwangi  tiap tahunnya selalu mengadakan kegiatan hari basar Islam terutama pada waktu hari 'Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan mengadakan pengelolaan zakat fitrah dan penyembelihan hewan Qurban, sekalipun pada saat itu masih dianggap aneh oleh masyarakat. Hal ini pernah juga dialami oleh H. Djajusman yang pada waktu itu menjabat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Majalengka, ketika melaksanakan aqiqah, beliau malah menerima pemberian 40 kambing/domba yang akhirnya, kesemua kambing itu disembelihnya dan dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Dari kejadian ini dapat terbaca bagaimana sebenarnya faham keagamaan masyarakat Majalengka pada saat itu.

 

Sejak Tahun Ajaran 1973/1974 SMP Muhammadiyah pindah dari Madrasah Rekesan Sutawangi ke Desa Burujul Kulon Kecamatan Jatiwangi menempati bangunan baru di tanah wakaf dari Ujang Gaus Armyn. Kemudian tanah wakaf dari Bapak R.A. Sutisna (mantan Pembantu Gubernur Daerah Cirebon) yang terletak di Komplek Neglasari Majalengka kota (yang asalnya milik PCM Majalengka), ditukar dan dipindahkan ke PCM Jatiwangi dengan maksud untuk perluasan Komplek Perguruan Muhammadiyah di Jatiwangi.

 

SMP Muhammadiyah juga pernah mendapatkan BANPRES sebesar Rp. 10.000.000; (sepuluh juta rupiah) yang kemudian di pergunakan untuk perbaikan dan rehabilitasi gedung SMP Muhammadiyah menjadi gedung permanen.

 

Pada tahun berikutnya berdiri pula SPG Muhammadiyah Jatiwangi, dengan kepala Sekolah Nana Djumhana, BA. Dari sekolah ini banyak sekali lulusan SPG Muhammadiyah yang menjadi guru SD Negeri. Selanjutnya berdiri pula SMA Muhammadiyah Jatiwangi dengan kepala Sekolah Dra. Hj. Yuyu. Pada periode inilah merupakan zaman keemasan bagi perguruan Muhammadiyah Jatiwangi Kabupaten Majalengka.

Namun, Allah telah mentakdirkan adanya pasang dan adanya surut. Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat menghapuskan SPG, maka kondisi Perguruan Muhammadiyah mulai "merosot”, sampai akhirnya SMA Muhammadiyah pun bubar.

 

Pada tahun 1987 berdiri TK. Aisiyah, dengan Kepala Sekolah Ibu Ilah Sursilah dan pada tahun 1994 berdiri pula SLB Muhammadiyah Jatiwangi, dengan Kepala Sekolah Ibu Dra. Hj. Imas Maswati.

 

Di Majalengka, selelah banyak mengikuti pengajian di PMC Jatiwangi dan PMC Cirebon, maka pada tanggal 25 Agustus 1963 resmi juga berdiri Pimpinan Muhammadiyah Bakal Cabang Majalengka bertempat di gedung SD Negeri No.4 Majalengka Kota dengan Ketua Muh Basjar yang dilantik oleh Ketua PDM Cirebon yang waktu itu masih dijabat oleh H. Djamal Dasoeki.

 

Setelah berdiri Pimpinan Muhammadiyah Jatiwangi. Majalengka dan Kadipaten, maka ke tiga cabang itu mengadakan pertemuan atau permusyawaratan yang bertempat di Gedung SMP Negeri I Majalengka. Dari pertemuan tersebut dihasilkan sebuah keputusan berdirinya Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Majalengka dan terpisah dari PMD Cirebon. Pendirian dan pelantikan PMD Majalengka yang pertama ini berlangsung pada tahun 1972 yang dihadiri oleh utusan dari Daerah Muhammadiyah Jawa Barat yaitu Bapak Sjihabudin Ahmad.

 

Adapun susunan Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Majalengka yang pertama Adalah Sebagai berikut:

 

Ketua

:

H. Djayusman, SH

Wakil Ketua

:

K. Khalil

Sekretaris

:

A. Wahid Dasuki

Wakil Sekretaris

:

MA. Zaenuddin Djuhry

Bendahara

:

H. Maksudi

 

Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Majalengka periode pertama ini berlangsung sampai tahun 1975.

 

Pada tahun-tahun berikutnya Muhammadiyah Majelengka dipimpin oleh K. H. Kholil. Dan sejak tahun 1997 Pimpinan Daerah Muhammadiya Majalengka dipimpin oleh Drs H. Ahim Afandi, M.Si. sampai dengan tahun 2005. Selanjutnya untuk periode 2005-2010 PDM Majalengka dipimpin oleh Drs. H. Uyun Saeful Uyun, M.M.Pd.  

 

 

 

 

 

 

 


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website